Miliki aroma tidak sedap di tubuh Anda atau berdoa ke Kuil Ban Saliya.

Pertanyaan:

Tidak bisakah orang di masjid sholat tanpa mandi dan ketiak bau?

Jawaban:

Walhamdulillah Bismillah, wassholatu wassalamu ‘ala Rasulullah,

Allah meminta saudara dan saudari dapat selalu memberi kita semua bimbingan dan pengetahuannya.

Memasuki Masjid, rumah Allah, adalah ibadah yang sangat mulia. Karena kita mendekat kepada Allah. Tentu saja, kita harus menyiapkan segalanya dan menyajikan kondisi yang sesuai dan sesuai dengan adab-. Etiket ditentukan dalam agama kita.

Termasuk kesopanan di masjid tidak hanya suci, bersih, pakaian harum, tetapi juga tubuh dan mulut yang tidak memancarkan wewangian yang buruk, jadi periksalah diri Anda sebelum menuju ke selebaran mulia.

Hadits jelas dari utusan Allah Karena:

من أكل ثوما أو بصلا فليعتزلنا »أو قال:« فليعتزل مسجدنا أو ليقعد في بيته »

"Seseorang yang makan bawang putih atau bawang harus menjauhi kita. Dia harus menjauhi masjid dan duduk di rumah." (Bukkari Inn: 5032, Muslim: 875, Abu Daoud: 3326)

Menjelaskan hadits ini, Imam Al-Khottobi La Hima Hula Berkata:

وقوله فليعتزل مسجدنا إنما أمره باعتزال المسجد عقوبة له وليس هذا من باب الأعذار التي تبيح للمرءنية

"Utusan Allah ﷺ: (melihat dia terpisah dari kuil kami) adalah hukuman baginya, dan itu bukan hutan / alasan untuk membiarkan orang menyukai hujan, angin kencang, badai dan semisalnya meninggalkan doa di dalam jemaat" (Ma & Suan Alimus: 4/255, Umdatul Qori Syarhu Shohihil Bukhori: 6/148)

Imam Anna dan Perut La Hima Hula Dalam bukunya Syarah Shohih Muslim, menyebutkan:

ويلحق بالثوم والبصل والكراث كل ماله رائحة كريهة من المأكولات وغيرها قال القاضي ويلحق به من ألا للولولا

Al-Qhodi berkata, "Mirip dengan bawang putih, bawang dan bawang adalah aroma / bau yang tidak sedap dalam makanan atau bentuk lainnya," kata Al-Qhodi. Murobith berkata, "Termasuk orang-orang yang memiliki luka bau atau bau busuk" "(Syarhun Nawawi & # 39; ala Muslim: 5/48).

Sheikh Binh Bar Az La Hima Hula Berkata:

وكل ما له رائحة كريهة حكمه حكم الثوم والبصل كشارب الدخان ومن له رائحة في إبطيه أو غيرهما يليلي

"Segala sesuatu dengan aroma yang tidak menyenangkan adalah hukum yang sama dengan bawang putih atau bawang, seperti orang yang merokok atau ketiak bau atau sakit kursi, dan dia membenci doa jamaah dan dilarang mendekati para penyembah sampai dia menggunakan sesuatu Dapat dihapus "(Majmu & # 39; Fatawa ibn Baaz: 12/84)

ينبغي أن يستعمل الطيب أو يستعمل الثياب النظيفة التي ليس فيها رائحة كريهة; لأن الرسول صلى الله عليه وسلم نهى أن يحضر المسجد من أكل ثوما أو بصلا أو كراثا, ويلحق بذلك كل من له رائحة خبيثة كرائحة الدخان أو رائحة الصنان من الإبط, كل هذا ينبغي له الحذر منه والعلاج, يعالج إبطيه حتى يزول ما فيها من الرائحة الكريهة .

"Utusan Allah melarang siapa pun yang makan bawang putih, bawang, dan roti dari menghadiri masjid dan termasuk dalam larangan orang-orang busuk seperti rokok" Harus pakai baju Atau jika Anda mencium bau ketiak / ketiak, semua hal ini harus dijauhkan / dihindari. Dia harus menyembuhkan ketiaknya (tubuh) sehingga semua aroma buruk hilang "(Fatawa Nuur & # 39; alad Darbi Ibn Baaz: 7/293-294)

Syekh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin ditanya tentang seseorang yang sakit dan tidak sehat, dapatkah dia dideportasi dari kuil?

وسئل فضيلة الشيخ: عن رجل سقيم له رائحة كريهة فهل يجوز إخراجه من المسجد؟

Jadi dia menjawab.

فأجاب فضيلته بقوله: إذا كان في هذا الرجل السقيم الذي ذكر السائل رائحة كريهة فلا بأس من إخراجه من المان لأنه ثبت عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه نهى من أكل ثوما أو نحوه مما له رائحة كريهة أن يقرب المساجد, وعلى هذا فإذا قرب المسجد من كان فيه رائحة كريهة فقد عصى النبي صلى الله عليه وسلم, ومعصية النبي صلى الله عليه وسلم منكر .. …………وإخراج صاحب الرائحة الكريهة من المسجد من إزالة المنكر فيكون مأمورا به

"Jika orang sakit sakit karena bau busuk, itu bukan alasan dia diusir dari masjid selama bau itu masih melekat padanya, karena ada hadits dari nabi. Dia makan bawang dan barang-barang seperti itu. Manusia dilarang: karena bau busuk mendekati masjid, mengeluarkan orang dari masjid sebagai tanggapan atas penolakan bahwa orang dengan bau busuk (memasuki masjid) bertindak terhadap Nabi ﷺ dan bertindak terhadap Nabi ﷺ Untuk menyingkirkan munkar, kasing ini adalah "pesanan" (Majmu & # 39; Fatawa wa Rosa & # 39; il al-Utsaimin: 13/304).

Kesimpulan: Berdasarkan uraian di atas, adalah pantas untuk menjaga kemuliaan candi dengan cara-cara baik berikut sebelum memasuki bait suci: Contoh: Mirip dengan makanan atau makanan yang memicu lis (misalnya durian, dll.) Pada saat menjelang waktu sholat, seperti mencuci / menyeka gigi, menghilangkan bau / bau dari tubuh melalui mandi, tidak makan bawang, dll. Anda harus menggunakan metode ini. Ini disebutkan secara rinci dalam Adam.

Allah tahu yang terbaik.

Jawaban oleh Ustadz Hafzan Elhadi, Lc. Emcom

(Alumni Fakultas Alumni Universitas Arma Muhammad Ibn Saud Al-Islamiya, Ripia Jakarta, Surau TV Speaker, Pemimpin TI Mahad TI Dar El-Ilmi Payakumbuh-Sumatra Barat)

Anda dapat membaca artikel ini melalui aplikasi Hubungi Ustadz untuk Android.
Unduh sekarang !!

Menjadi Sponsor dan DONATURE untuk mendukung Yufid.

  • Akun donasi : BNI SYARIAH 0381346658 / BANK SYARIAH MANDIRI 7086882242 a.n. JARINGAN YUASAN YUFID
  • Periksa donasi Telepon: 087-738-394-989

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here